Tarian Kata Acak Indonesia

achmadlutfi:

sitaelanda:

teman yang baik mungkin bukan bintang di langit kita
tapi bersamanya, kita akan selalu terpacu untuk kembali melihat ulang bintang kita, dan terus terpacu untuk meraihnya.

teman yang baik mungkin hanya orang yang biasa-biasa saja
tapi sebab biasa-biasanya itu adalah hal yang tidak kita punya,
maka menjadilah ia istimewa

teman yang baik, terima kasih.

mengenang mereka, 
makhluk-makhluk sederhana namun istimewa 
yang akan selalu mengisi ruang jiwa saya. :)

Scientia Afifah

I love children! Mata yang selalu jujur, mata yang berpendar, senyum tanpa beban, ah mereka seperti malaikat :)

I love children! Mata yang selalu jujur, mata yang berpendar, senyum tanpa beban, ah mereka seperti malaikat :)

(Source: teachingliteracy, via nayasa)

The best love story for a Muslim is finding another Muslim who makes their Imaan rise, makes them want to gain knowledge & become more pious
via Islamic Thinking (via believeinmyfaith)

(via nayasa)

// Aku rindu//

Mungkin tak perlu tanya bagaimana keadaanku karena aku bahagia selama kau bahagia. Sesederhana itu

Sinar jingga menelusup melalui jendelaku yang tidak terlalu besar. Bagi seseorang yang gemar akan senja tentu ini bisa dibilang pemandangan menakjubkan tapi sayang aku bukan bagian dari mereka. Aku lebih menyukai fajar, dimana matahari masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Saat ini sore sedang sunyi, dia tak banyak berkata dan aku ditemani hembusan angin yang berusaha membelai rambutku.

Tiba-tiba pikiranku berujung pada suatu hal. Pikiranku berusaha menerjemahkan perasaanku. Dan hasil terjemahan itu mengungakapkan bahwa aku rindu. Ya, pasti kali ini aku tak salah lagi bahwa aku memang rindu. Aku rindu semua hal tentang kita.

Aku rindu rutinitas pagi kita sebelum fajar menyongsong, shalat Subuh bersama. Aku rindu rutinitas sarapan pagi yang tidak pernah lebih dari pukul 6 dan tentunya dengan menu yang sangat lengkap nan lezat. Aku rindu kebiasaanku yang selalu mencium tanganmu sebelum pergi kemanapun. Aku rindu rasa bersemangat ketika semua urusanku pada hari itu selesai dan bersiap menuju rumah karena berarti aku akan segera menemuimu. Aku rindu kebersamaan sore hari kita entah itu minum teh bersama, menyiram tanaman bersama, membersihkan rumah bersama, mengurus hewan peliharaan kita, membahas kegiatan masing-masing bersama. Ah, semua kata yang diakhiri dengan bersama itu indah. Aku rindu bahkan sangat rindu.

Sudah sering kucoba ekspresikan rindu ini melalui gelombang kata yang dihantarkan oleh provider seluler. Lalu kau pun menjawab bahwa kau beribu lebih rindu padaku. Kemudian kita terdiam sejenak dan tersenyum. Kau selalu menguatkan aku, serindu apapun aku kau selalu mengatakan, “Bersabarlah karena ini bagian dari ikhtiar kita, Sayang”. Suaramu selalu menenangkan dan kata-kata yang keluar dari mulutmu selalu bijak.

Ya Allah sungguh aku rindu. Rindu suaramu. Rindu suaramu saat menjadi imam. Rindu suaramu saat mengaji. Rindu suaramu saat gusar. Rindu suaramu saat bahagia. Terlebih aku rindu keberadaanmu di depanku.

Ketika aku mulai tenggelam dengan kesibukanku kau tak pernah alpa menanyakan kabarku lewat telepon hingga aku hafal setiap kata yang meluncur dari bibirmu. Ketika aku terkadang tak sengaja melewatkan panggilan telponmu maka kau akan dengan santai mengirimkan pesan singkat bernada canda, “Kemana saja kau hari ini Sayang kok tidak mengudara”. Lalu aku akan merasa bersalah karena tidak memberimu kabar. Nada pesan singkatmu memang terdengar seperti bercanda tapi aku seratus persen yakin bahwa ketika tidak mendengar kabar tentangku kau akan gusar di ujung sana.

Ah tahukah kau? Rasa rindu ini seperti tak terperi. Tapi bolehkah aku jujur? Bahwa terkadang aku sedikit jengah saat kau menanyakan kabarku karena baiknya kita berbicara mengenai hal yang lain saja. Banyak hal yang aku ingin ceritakan dan aku yakin kau pun begitu. Tak usahlah membuang waktu kita menanyakan kabar tentangku karena aku bahagia selama kau bahagia. Sesederhana itu.

Teruntuk : Mama Papa-ku yang cintanya seperti jalan di dunia ini yang tak ada putusnya dan kakak perempuanku yang tercantik sedunia.

Dari : Seorang anak dan adik perempuan yang selalu berusaha mencintai kalian dengan tulus di setiap desah nafasnya. 

Spend my holiday with exciting stuff like books. It’s always fun! :) 

Spend my holiday with exciting stuff like books. It’s always fun! :) 

(via thingssheloves)

// Liburan kali ini //

Libur semester is oficially starting this week

Teman saya biasa menyebutnya holy-days karena memang bagi kami hari libur itu langka sehingga mereka mensejajarkan hari libur dengan hari suci keagamaan. Saya sendiri kurang setuju dengan penyebutan itu karena dua hal tersebut bukan sesuatu yang sejajar tentunya.

Lalu pertanyaannya mengapa saya masih bertahan di Jakarta? Bukankah biasanya saya merupakan orang yang paling bersemangat pulang ke kampung halaman? Percaya atau tidak pada saat saya berada di semester 2, saya selalu pulang ke Malang di setiap modul. Satu modul menghabiskan waktu 1,5 bulan jadi saya pulang satu setengah bulan sekali. Frekuensi yang cukup tinggi mengingat jarak antara Malang- Jakarta tidak dekat. Tapi sekarang hampir 6 bulan dan saya belum pulang sama sekali. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengeluh karena ini merupakan pilihan saya dan saya harus menerima segala konsekuensinya. Every choice has it risks

Ya dan kenyataannya saya memang masih di Jakarta. Bukan tanpa alasan tentunya ketika saya memilih untuk bertahan di saat liburan seperti ini. Menyelesaikan beberapa tanggung jawab dan mengantarkan amanah itulah alasannya.

Saya tidak bermaksud sok sibuk atau sedang membuat pencitraan dengan menuliskan hal ini. Tidak sama sekali. Saya hanya ingin berbagi cerita bahwa di balik segala peristiwa pasti kita bisa mengambil suatu makna yang tersembunyi. Dan dari peristiwa ini saya belajar satu hal yaitu ikhlas. Ikhlas untuk merelakan beberapa hari libur. Ikhlas untuk tidak bersegera bertemu dengan keluarga. Ikhlas untuk tidak segera berplesir, berekreasi, atau apalah itu kamu menyebutnya.

Mungkin di hari libur saya yang mencapai 3 minggu ini Allah menitipkan hak orang lain juga tapi tetap saya tidak akan melupakan hak keluarga saya. Semoga segala yang saya lakukan sekarang bisa bermanfaat dan memberikan nilai lebih pada orang-orang di sekeliling saya. Amin

setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, setiap detik adalah kesempatan.
Anon, yang ngingetin Mas Gholib (via dhedhet)

(via achmadlutfi)

(Source: happybutt, via achmadlutfi)

// Renungan diri sendiri //

Saya yakin bahwa Allah selalu berusaha mengingatkan seorang hamba dengan jutaan bahasa keindahannya. Ketika kita merasa ada yang sedikit mengganjal di hati mungkin itu cara terbaik yang bisa Dia berikan agar kita mengambil pelajaran dari suatu peristiwa. Tapi yang perlu diingat adalah:

Jadikanlah suatu peristiwa luar biasa tetap menjadi peristiwa luar bisa, jangan sedikitpun mengurangi nilainya :) 

doctor-soon-to-be & dream catcher